Donasi Blog ini dengan hanya melakukan pencarian disini!

Sunday, March 30, 2008

Walaupun menipu tapi ada manfaatnya @@

Pernah gak merasa ketipu ama operator kartu seluler yang iklannya gila-gilaan. Mereka menyembunyikan informasi mengenai salah satu kelemahan produk tersebut dan kapabilitas jaringan yang sanggup ditangani oleh operator. Dengan demikian bisa dicurigai, mereka telah menipu pelanggan. Dan tentu saja mereka mengeruk keuntungan yang banyak dari menipu cara demikian itu. Nah mari Redaksi Penemu kupas 3 operator kartu selular GSM yang menawarkan promosi tersebut:


Untuk kartu XL dapat kita ketahui dia mengatakan menelpon Rp 600 selama 1 menit/10 menit/1,5 jam (untuk sesama kartu XL bebas) tapi lebih dari itu bayarnya lebih, mendingan dimatikan saat hampir 1,5 jam! Kemudian promo tarif off peak jam 23.00 - 10.59 baru mendapat 0 koma sejuta 0 dibelakang 1 perdetik tapi harus bayar dulu 1 menit pertama yang 1 detiknya seharga Rp 10 ,- (ingat ini hanya sesama operator XL dan tarif waktunya di bagi-bagi) serta ini untuk wilayah jawa, bali sekitarnya. untuk lebih lanjut kunjungi link ini



Kalau kartu simpati pede memiliki keunggulan transparan (walaupun sedikit transparannya di iklannya), untuk menelpon perdetiknya mendapat RP 0,5 ,- perdetik tetapi setelah 1 menit pertama yang 1 detiknya Rp 25 ,- (hanya berlaku untuk menelpon sesama operator seluler) tetapi sebelum mendapatkan layanan ini kita harus mengaktifkannya dengan mengetik *808# dan bayar lagi Rp 2000 ,- bagi yang bukan simpati pede dan migrasi untuk mendaptkan layanan tersebut, untuk harga smsnya Rp 350 ,- padahal pemerintah sudah memberlakukan pemotongan harga jangan lebih dari Rp 100 ,- persmsnya! Untuk informasi lebih lanjut kunjungi link ini
 


Sedangkan untuk kartu im3 memberikan harga 0 koma sejuta 0 dibelakang 1 dimulai setelah 1,5 menit dengan harga perdetiknya Rp 25 ,- (untuk sesama indosat dan ada juga pembagian waktunya) walaupun memberikan tarif sms yang murah dibandingkan operator lainnya.
Untuk lebih lanjutnya kunjungi link ini

Menurut Redaksi Penemu semuanya walaupun hanya memberlakukakn tarif sesama operator masih memberikan keuntungan kepada kita, bayangkan waktu tahun kemarin untuk menelpon saja masih mikir-mikir dan kebanyakan memakai sms sehingga kita terbiasa menggunakan sms, akan tetapi kalau diperhatikan dari ke-3 operator selular GSM itu yang paling unggul dalam pemberian tarif adalah XL!

Saturday, March 29, 2008

Catur dan dongengnya...

Konon, katanya catur itu berasal dari India. Penemunya seorang ahli matematika. Sejak ditemukan, catur langsung begitu populer dan sangat disukai, sehingga raja yang sedang berkuasa di India memanggil penemunya. Menyuruh si ahli matematika ini meminta apa saja sebagai hadiah.

Setelah berpikir sesaat, si penemu berkata, "Paduka, dalam papan catur ada 64 petak, saya meminta diberi butir-butir beras* sesuai dengan jumlah petak yang ada ini. Petak pertama diisi dengan 2 butir beras, petak kedua diisi 2 kalinya petak pertama, yaitu 4 butir beras. Petak ketiga diisi dengan 2 kalinya petak kedua, yaitu 8 butir beras. Petak keempat diisi dengan 2 kalinya petak ketiga, yaitu 16 butir beras. Begitu seterusnya sampai petak ke-64 yang disi 2 kalinya petak ke-63 terisi penuh."

Sang Raja tersinggung dan marah karena merasa terhina. Masa seseorang meminta hadiah berupa butir beras.

Tetapi sang penemu berkata, "Raja lakukanlah itu, saya mempertaruhkan leher saya untuk itu."

Raja setuju, taruhannya adalah leher si penemu.

Lalu sang raja menyuruh kepala lumbung istana memenuhi permintaan ini. Papan catur dibawa ke dalam lumbung. Sang kepala lumbung meletakkan dua butir beras di petak pertama, empat butir di petak kedua, delapan butir di petak ketiga, begitu seterusnya. Baru sampai di petak ketujuh tumpukan beras mulai berantakan. Bahkan butir-butir beras sudah tidak bisa dimuat ke petak ke delapan, karena ada 256 butir yang harus dimasukkan.

Kepala lumbung menemui si penemu yang masih duduk di hadapan raja, mengatakan kalau ia mulai tidak bisa mengisi butir-butir beras di petak kesembilan.

Sang penemu berkata, "Kalau begitu, sekarang beras-berasnya dimasukkan ke dalam karung saja."

Kepala lumbung kembali ke lumbung istana. Butir-butir beras untuk petak ke-9 yang isinya 512 butir beras dimasukkan ke dalam karung. Begitu juga beras untuk petak ke-10 yang berisi 1024 butir. Sekarang ia sudah mulai mengalami kesulitan menghitung sehingga meminta bantuan anak buahnya.

Sampai petak ke-16 mereka harus bekerja setengah mati, petak ini harus diisi dengan 65536 butir beras yang langsung dimasukkan ke dalam karung. Setelah beberapa hari bekerja, entah sampai kotak yang keberapa -- yang pasti belum sampai petak terakhir -- lumbung istana sudah hampir habis.

Para petugas lumbung sangat bingung, mereka akhirnya melapor ke raja kalau tugas in sangat berat dan tidak masuk akal. Mereka tidak mampu lagi menghitung butir-butir beras untuk petak yang kesekian.

Lalu raja ingat sang penemu telah mempertaruhkan kepalanya. Jadi ia dipanggil kembali untuk dipenggal kepalanya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena telah berkata akan mempertaruhkan kepalanya.

Ini hanyalah sebuah cerita yang kutambah disana-sini. Kita lihat saja sekarang secara matematika bagian cerita ini.

Kalau memakai kalkulator, dengan cepat kita akan mendapatkan berapa butir beras yang dibutuhkan untuk mengisi petak ke 64, yaitu 18.446.744.073.709.551.616 butir. Angka yang aku tidak tahu cara menyebutkannya.

Mari kita berandai-andai, jika kepala lumbung mengerahkan 50 orang pekerja untuk membantunya, dan mereka membutuhkan waktu satu detik untuk menghitung 50 butir beras - maka untuk menghitung beras di petak ke-64 mereka membutuhkan 18.446.744.073.709.551.616 / 50, yaitu 368.934.881.474.191.032 detik atau 4.270.079.646.692 hari. Jika kita menjadikan angka ini ke dalam tahun, tinggal membaginya dengan 365 sehingga menjadi 11.698.848.347 tahun.

Jadi, masih berandai-andai, mereka membutuhkan waktu 11.698.848.347 tahun untuk menyelesaikan pekerjaan ini, dengan 24 jam kerja, tanpa makan, tanpa minum, tanpa tidur.

Raja telah meremehkan seorang ahli matematika. Tetapi raja tetaplah raja. Ahli matematika tetap kehilangan kepalanya, dan ini hanyalah sebuah cerita.

Apa inti cerita ini? Tidak ada! Redaksi Penemu cuma lagi ingin ngeblog.

Thursday, March 27, 2008

"Setengah dari pengguna internet Indonesia ngakses situs porno"


Ternyata dari sekitar 5 juta pengakses internet di Indonesia, setengah dari mereka tidak mampu menahan dirinya untuk mengakses situs-situs porno. Sungguh ironis memang, ketika harga akses internet di Indonesia sangat mahal, 2,5 juta orang ini malah membuang-buang waktu untuk sesuatu yang malah menambah dosa. Sungguh aneh memang, bagi sebagian orang, mereka rela membeli dosa.

Memang, teknologi internet ibarat pisau bermata dua. Satu sisi bisa membawa hal-hal positif dan disisi lain malah membawa penggunanya ke jalan-jalan sesat. Parahnya lagi, gelombang video-video porno sudah sangat besar. Dan sudah saatnya orang-orang yang peduli harus membendung atau bahkan menghabisinya.

Oleh karena itu keluarlah suatu RUU ITE yang akan memperkuat pemblokiran Situs Porno!

Wednesday, March 26, 2008

UU-ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik)


Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagai undang-undang "payung" pertama yang mengatur dunia cyber / Internet di Indonesia telah disahkan DPR, pada Selasa (25/3/2008) melalui Sidang Paripurna.

Beberapa pasalnya menjanjikan sanksi yang cukup keras, termasuk ancaman denda hingga Rp 12 miliar atau pidana penjara selama hingga 12 tahun. Dari soal konten asusila, aktifitas hacking, perjudian, penghinaan, pencemaran nama baik, menakut-nakuti, hingga soal SARA!

Sejumlah pro-kontra atas isi pasal-pasalnya pun mulai marak!

Tuesday, March 25, 2008

Bosan??? coba anda cari sesuatu yang menyenangkan hati anda*


Kalo anda lihat ilustrasi gambar diatas menunjukkan kesialan yang dihadapi seseorang istilah bahasa indonesianya "sudah jatuh tertimpa tangga", tapi yang ini beda mungkin sudah jatuh, jatuh lagi dan jatuh lagi dan lagi dan lagi. Udah kehilangan pekerjaan, kehilangan dompet, kehilangan mobil, istrinya meninggalkannya, anak-anaknya membencinya, lantas dia berpikir kesialan apa yang akan dia hadapi selanjutnya. (anda bisa menebak?)